Sebaran Jejak Karbon di Pemukiman Kelurahan Rawasari Kota Jambi

Authors

  • Monik kasman universitas batanghari
  • Anggrika Riyanti Universitas batanghari
  • M. Riski Pratama Universitas batanghari
  • wetri febrina Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

DOI:

https://doi.org/10.52072/slumptes.v4i2.1843

Keywords:

Emisi karbon, jejak karbon, permukiman, IPCC 2006, SIG, IDW

Abstract

Perubahan iklim global salah satunya disebabkan oleh meningkatnya emisi gas rumah kaca (GRK) dari aktivitas permukiman, khususnya konsumsi energi dan pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besaran jejak karbon dari aktivitas permukiman serta memetakan sebarannya di Kelurahan Rawasari, Kota Jambi. Metode yang digunakan adalah perhitungan emisi berdasarkan pedoman IPCC 2006 dengan lingkup aktivitas konsumsi listrik, penggunaan LPG, dan timbulan sampah rumah tangga. Analisis spasial  menggunakan metode interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW) dalam perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan total emisi karbon dari 99 sampel rumah tangga sebesar 42,10 ton CO2-eq/tahun, yang terdiri atas penggunaan listrik sebesar 38,14 ton CO2-eq (90,60%), penggunaan LPG sebesar 2,95 ton CO2-eq (7,01%), dan timbulan sampah sebesar 1,01 ton CO2-eq (2,39%). Peta sebaran spasial memperlihatkan variasi intensitas emisi antar wilayah RT, dengan zona emisi tinggi terkonsentrasi di RT 17 dan RT 14, sedangkan wilayah dengan emisi rendah berada pada RT 03, RT 28, dan RT 05. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi energi listrik merupakan penyumbang terbesar jejak karbon di wilayah studi. Oleh karena itu, upaya mitigasi perlu difokuskan pada efisiensi energi rumah tangga dan pengelolaan sampah ramah lingkungan untuk menurunkan emisi karbon di kawasan permukiman.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alwin. (2016). Jejak Karbon dalam Kehidupan Sehari-Hari. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Astari, P. (2012). Pedoman Inventarisasi Emisi GRK Sektor Energi. Jakarta: KLHK.

Damanhuri, E., & Padmi, T. (2010). Pengelolaan Sampah. Bandung: ITB Press.

IPCC. (2006). 2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories.

IPCC. (2014). Fifth Assessment Report.

Kasus, S. et al. (2023). Studi Komparatif Interpolasi Spasial IDW pada Pemodelan Lingkungan. Jurnal Geografi Lingkungan, 12(1), 44–52.

Katada, A. (2023). Laporan Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Energi Indonesia. Bappenas.

KLHK. (2017). Buku Panduan Inventarisasi Gas Rumah Kaca Nasional.

M.R Karunia (2023). Kontribusi Energi Rumah Tangga terhadap Emisi GRK Nasional. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 25(3), 145–160.

Munandar, D. (2024). Emisi Karbon Rumah Tangga di Kelurahan Rawasari. Skripsi. Universitas Batanghari.

Puspitasari, I. et al. (2018). Pemetaan Emisi Karbon Berdasarkan Konsumsi Energi Rumah Tangga di Kecamatan Depok. Jurnal Teknik Lingkungan.

Setyowati, N. (2020). Analisis Spasial Emisi Karbon Permukiman di Kota Surabaya. Jurnal Tata Ruang dan Lingkungan.

Soedomo, M. (2015). Atmosfer dan Gas Rumah Kaca. Jakarta: UI Press.

Susilo, B. (2024). Pendekatan Spasial dalam Mitigasi Emisi Karbon Kawasan Urban. Fakultas Geografi, UGM.

Wulandari, R. (2013). Jejak Karbon Primer dan Sekunder dalam Rumah Tangga. Jurnal Ilmu Lingkungan, 9(2), 88–97.

Yudanegara, H. et al. (2021). Akurasi Metode Interpolasi IDW dalam Pemetaan Lingkungan Perkotaan. Geomatika Indonesia, 7(1), 31–38.

Wiedeman, T. & Minx, J. (2007). A Definition of Carbon Footprint. Berlin: Sustainable Development Research.

Downloads

Published

2026-01-28

How to Cite

kasman, M., Riyanti, A., M. Riski Pratama, & wetri febrina. (2026). Sebaran Jejak Karbon di Pemukiman Kelurahan Rawasari Kota Jambi. SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil, 4(2), 37–43. https://doi.org/10.52072/slumptes.v4i2.1843