Analisis Pencahayaan Menggunakan Dialux Evo pada Gedung Fakultas Teknik Universitas Pattimura Ambon
DOI:
https://doi.org/10.52072/slumptes.v4i2.1426Keywords:
Dialux evo, pencahayaan alami, pencahayaan buatanAbstract
Berdasarkan pengambilan data lapangan yang telah dilakukan menggunakan Lux Meter Kuber AS803 data yang diperoleh menunjukkan bahwa beberapa ruang kuliah pada lantai 1, 2, dan 3 memiliki pencahayaan yang bervariasi. Misalnya, ruang Studio PWK di lantai 1 memiliki nilai iluminasi sebesar (22) lux, yang belum sesuai dengan Standar SNI yang merekomendasikan nilai iluminasi untuk ruang studio sebesar 350 Lux. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencahayaan di Gedung Fakultas Teknik Universitas Pattimura Ambon dengan menggunakan perangkat lunak DIALux Evo. Tingkat pencahayaan yang diukur adalah pencahayaan alami dan pencahayaan buatan untuk mengetahui apakah sudah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-6575-2001 tentang tingkat pencahayaan minimum yang direkomendasikan untuk lembaga pendidikan. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung dan pengukuran menggunakan lux meter, pengukurn menggunakan lux meter dilakukan untuk mengetahui data awal pada setiap ruangan. Data primer meliputi dimensi ruangan, spesifikasi lampu, dan kondisi eksisting Gedung, dan data sekunder diperoleh dari literatur pendukung. Hasil simulasi menunjukkan bahwa beberapa ruang kuliah dan ruang dosen belum memenuhi standar SNI. Pada pencahayaan alami, nilai lux bervariasi tergantung waktu pengukuran, intensitas tertinggi terjadi pada siang hari dan menurun pada sore hari. Pada pencahayaan buatan, rata-rata nilai lux di lantai 1 adalah 114,73 lux, lantai 2 adalah 151,72 lux, dan lantai 3 adalah 71,34 lux, yang masih di bawah nilai standar SNI yang direkomendasikan untuk ruang kuliah yatu (250 lux). Faktor penyebab rendahnya pencahayaan adalah kurangnya jumlah titik lampu dan daya lampu yang rendah. Penelitian ini merekomendasikan penambahan titik lampu, peningkatan daya lampu, serta optimalisasi desain pencahayaan menggunakan DIALux Evo agar memenuhi standar SNI.
Downloads
References
Anshori, Ferdinan Beni, Dyah Hendrawati, and Baiq Nita Aulia Rahmasani. 2022. “Analisis Pencahayaan Pada Kenyamanan Visual.” Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 436–45.
Buyang, C. G., & Sangadji, F. (2023). Penilaian Kriteria Green Building pada Fakultas Teknik Universitas Pattimura. Jurnal Simetrik, 13(1), 677-682.
Buyang, C. G., Sangadji, F. A., & Kombolayuk, V. (2024). PERENCANAAN PENCAHAYAAN BUATAN PADA GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON. JURNAL SIMETRIK, 14(2), 895-902.
Fleta, Agrippina. 2021. “Analisis Pencahayaan Alami Dan Buatan Pada Ruang Kantor Terhadap Kenyamanan Visual Pengguna.” Jurnal Patra Vol. 3(1):1–10.
Sangadji, F. A., Buyang, C. G., & Soplanit, S. N. (2024). Penilaian Kriteria Green Building pada Fakultas FISIP Universitas Pattimura. Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang, 11(1), 33-39.
SNI. 2019. “Metoda Pengukuran Intensitas Pencahayaan Di Tempat Kerja.” Standar Nasional Indonesia.
Vanath, A. R., Buyang, C. G., & Sangadji, F. A. (2023). ANALISIS PENERAPAN KONSEP BUILDING INFORMATION MODELLING PADA PROYEK GEDUNG POLTEKKES KEMENKES, MALUKU. ALE Proceeding, 6, 76-83.
Vicky Prasetia, Supriyono, and Purwiyanto. 2022. “Evaluasi Sistem Pencahayaan Gedung Pendidikan Perkuliahan Sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).” Infotekmesin 13(2):308–13. doi: 10.35970/infotekmesin.v13i2.1546.
Yusvita, Gita. 2021. “Analisis Pencahayaan Ruangan Pada Ruang Kelas Di Universitas Singaperbangsa Karawang Menggunakan Dialux Evo 9.1.” Jurnal Serambi Engineering 6(3):2160–66. doi: 10.32672/jse.v6i3.3250.

