Pengaruh Faktor Psychosocial Safety Climate terhadap Safety Behavior di Perusahaan Pangan Pengolah Kecap dan Sirup

Penulis

  • Dewi Rizqi Maimunah Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
  • Dewi Kurniasih Magister Teknik Keselamatan dan Resiko, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
  • Farizi Rachman Teknik Desain dan Manufaktur, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.52072/unitek.v18i2.1421

Kata Kunci:

Iklim Keselamatan Psikososial, Keselamatan Kerja, Komunikasi Organisasi, Manajemen Keselamatan,

Abstrak

Tingginya angka kecelakaan kerja di industri pangan masih didominasi oleh tindakan tidak aman yang berkaitan dengan perilaku pekerja. Dalam konteks industri pengolahan makanan yang kompleks dan berisiko tinggi, penciptaan lingkungan kerja yang mendukung keselamatan psikososial menjadi krusial. Persepsi pekerja terhadap sejauh mana organisasi memprioritaskan keselamatan psikososial berpotensi memengaruhi kepatuhan dan partisipasi mereka dalam menjaga keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh psychosocial safety climate terhadap safety behavior pada pekerja divisi assembling di perusahaan pengolah kecap dan sirup. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Sebanyak 70 pekerja tetap menjadi responden dan data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan software pengolah data statistik. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa psychosocial safety climate berpengaruh secara signifikan terhadap safety behavior (p = 0,000). Secara parsial, dukungan dan komitmen manajemen (p = 0,012), prioritas manajemen (p = 0,000), dan komunikasi organisasi (p = 0,001) berpengaruh signifikan positif terhadap safety behavior. Sementara itu, partisipasi dan keterlibatan organisasi tidak berpengaruh signifikan (p = 0,628) dan menunjukkan arah pengaruh negatif. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,403 menunjukkan bahwa psychosocial safety climate menjelaskan 40,3% variasi safety behavior. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan nyata dari manajemen, komunikasi yang efektif, serta prioritas dan keterlibatan organisasi dalam menciptakan perilaku kerja yang aman dan berkelanjutan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Akanni, A. A., Ajila, C. O., Omisile, I. O., & Ndubueze, K. N. (2021). Mediating Effect of Work Self-Efficacy on the Relationship between Psychosocial Safety Climate and Workplace Safety Behaviors among Bank Employees after Covid-19 Lockdown. Central European Management Journal, 29(1), 2–13. https://doi.org/10.7206/CEMJ.2658-0845.38

Atthobarani, M. A., Sultan, M. I., Nosakros, A., & Hidayatullah, F. (2024). Komunikasi Internal Pada Perusahaan PT Vale Indonesia Dalam Meningkatkan Kepatuhan Karyawan Terhadap Prosedur Keselamatan Kerja. H-Ikon: Hasanuddin Jurnal Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Unhas, 1(1), 1–12.

Bronkhorst, B. (2015). Behaving safely under pressure: The effects of job demands, resources, and safety climate on employee physical and psychosocial safety behavior. Journal of Safety Research, 55, 63–72. https://doi.org/10.1016/j.jsr.2015.09.002

Deonissa Sydan Putri, A., Kurniasih, D., & Rachman, F. (2024). Pengaruh Safety Leadership, Safety Knowledge, dan Safety Attitude terhadap Safety Behavior pada Industri Gula. Seminar Nasional Maritim Sains Teknologi Terapan (MASTER), 9(1), 48–56.

Derdowski, L. A., & Mathisen, G. E. (2023). Psychosocial factors and safety in high-risk industries: A systematic literature review. Safety Science, 157. https://doi.org/10.1016/j.ssci.2022.105948

Fortuna, P. A., Kurniasih, D., & Rachman, F. (2025). Pengaruh Safety Leadership terhadap Kecelakaan Kerja Operator Forklift di Perusahaan Manufaktur Plastik. Jurnal Unitek, 18(1), 83–93.

Ghozali, I. H. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan program IBM SPSS 19 (5th ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hakami, M. A., Qazi, S., & Zarban, A. (2024). Safety management practices among Saudi healthcare professionals during pandemic. Uncertain Supply Chain Management, 12(2), 1285–1296. https://doi.org/10.5267/j.uscm.2023.11.008

Putri, O., & Yuniarto, H. A. (2023). Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Keselamatan di Lingkungan Pemeliharaan Pesawat: A Systematic Literature Review. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri, 41–47.

Santi, R., Purbudi, W., & Dyah, S. (2020). The Effect of Safety Training and Workers Involvement On Safety Compliance With Safety Knowledge As a Mediation Variables. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, 107(11), 239–246. https://doi.org/10.18551/rjoas.2020-11.28

Setiadi, J., Permana, D., & Sofriana Imaningsih, E. (2023). Komitmen Manajemen dan Safety Procedure sebagai Faktor Pembentuk Safety Behavior Management Commitment and Safety Procedures as the Factor Forming Safety Behaviors. Faletehan Health Journal, 10(1), 90–100. www.journal.lppm-stikesfa.ac.id/ojs/index.php/FHJ

Setiawan, I., Handayani, D., & Massa, T. E. D. (2023). Analisis Penerapan Perilaku Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerja Warehouse M7 di PT. XYZ. Prosiding Seminar Nasional Teknik Industri (SENASTI), 790–797.

Vinodkumar, M. N., & Bhasi, M. (2010). Safety management practices and safety behaviour: Assessing the mediating role of safety knowledge and motivation. Accident Analysis and Prevention, 42(6), 2082–2093. https://doi.org/10.1016/j.aap.2010.06.021

Diterbitkan

2025-12-24

Cara Mengutip

Maimunah, D. R., Kurniasih, D., & Rachman, F. (2025). Pengaruh Faktor Psychosocial Safety Climate terhadap Safety Behavior di Perusahaan Pangan Pengolah Kecap dan Sirup. JURNAL UNITEK, 18(2), 230–238. https://doi.org/10.52072/unitek.v18i2.1421

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.